Rabu, 18 September 2013

Gerindra Sudah Lama Perhatikan Masalah Kemanusian

           Partai Gerindra membantah jika disebut aksi yang dilakukan Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto ke Malaysia untuk aksi politik jelang Pemilu 2014.
 
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyatakan, keberatan atas pernyataan yang terlontar dari Direktur Migrant Care Anis Hidayah yang menyudutkan aksi kemanusiaan Prabowo untuk menyelematkan tenaga kerja wanita (TKW) asal Belu, NTT yang terancam hukuman mati..
 
"Masalah-masalah kemanusiaan, perdagangan manusia dan perbudakan modern serta berbagai permasalan sosial di sekitarnya sudah sangat lama menjadi perhatian dan kepedulian Partai Gerindra di mana Prabowo Subianto menjadi Ketua Dewan Pembina,” kata Hashim yang juga merupakan keluarga dekat Prabowo dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (19/9/2013) malam.
 
Selain itu, dia menambahkan, kepedulian terhadap masalah kemanusiaan serta upaya melawan perdagangan manusia merupakan salah satu masalah yang memperoleh perhatian bagi Prabowo dan keluarga besar Djojohadikusumo sejak bertahun-tahun.
 
Dalam kasus ini, Hashim juga menjelaskan Gerindra serius dalam menangani kasus perdagangan kasus perdagangan manusia ini. Seperti pada Maret 2011, Sebuah International Gathering diselenggarakan oleh Wadah – Yayasan yang dipimpin oleh Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo membangun jaringan melawan perdagangan manusia secara global.
 
“Anie Hashim Djojohadikusumo dan Hashim Djojohadikusumo, telah lama menjadi pendukung dana untuk Maiti Nepal pimpinan Anuradha Koirala (CNN Hero 2010), juga Visayan Forum pimpinan Cecilia Oebanda (Filipina) bagi upaya melawan perdagangan manusia secara global. Selain itu, Prabowo Subianto terlibat dalam pendampingan dan pemulangan 300 TKI dari Jordania pada Januari 2012. Lalu, Partai Gerindra cabang Malaysia, di awal tahun 2013 ini, telah ikut mendampingi pemulangan 300 TKI dari Malaysia,” tegasnya.
 
Hashim juga menerangkan, saat ini, Partai Gerindra adalah satu-satunya partai yang memberi perhatian khusus mengenai upaya melawan perdagangan manusia dengan melakukan upaya aktif membangun kesadaran publik mengenai isu perdagangan manusia dan masalah di sekitarnya.
 
Hal ini ditunjukkan dengan upaya-upaya kongkrit seperti, Fraksi Partai Gerindra bersama Yayasan Parinama Astha pimpinan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melakukan serangkaian Diskusi Publik 13 Juni dan 17 Oktober yang akan datang, untuk mendesak Pemerintah Indonesia memiliki Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Juklak TPPO). Memasukkan upaya Membasmi Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba dengan Hukuman Berat, adalah salah satu prioritas dari 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra.
 
Untuk kasus Wilfrida, Hashim menjelaskan, merupakan korban dari kasus perdagangan manusia, karena Wilfrida masuk ke Negeri Jiran itu dengan paspor palsu ketika berusia 17 tahun. Dan kemudian sekarang terlibat kasus hukum yang mengakibatkan ancaman hukuman mati bagi yang bersangkutan.
 
“Karena itu, kedatangan Prabowo Subianto adalah untuk membantu Wilfrida yang sudah dipenjara sejak tahun 2010, justru karena sampai saat ini Wilfrida belum mendapatkan upaya hukum maksimal. Bahkan, pemerintah Indonesia juga tak terlihat membantu Wilfrida dengan serius,” katanya.
 
Oleh karena itu, dia menegaskan, pernyataan Direktur Migrant Care Anis Hidayah, sama sekali tidak berdasarkan kebenaran dan kenyataan yang ada.
 
“Untuk itu, saya Hashim Djojohadikusumo, menghimbau semua pihak untuk selalu waspada dan tidak menjadikan masalah kemanusiaan menjadi obyek politik belaka. Sudah saatnya ketika bangsa ini menghadapi berbagai persoalan besar menyangkut masalah-masalah kemanusiaan justru harus saling mendukung untuk peduli terhadap sesama warga negara Indonesia di manapun dia berada. Ini masalah siapa yang harus dibantu bukan siapa yang memberikan bantuan, yang penting demi menjaga harkat bangsa Indonesia,” paparnya.
 
Seperti diketahui, Prabowo sempat terbang ke Malaysia pada Jumat 14 September lalu dan melakukan pertemuan dengan Tan Sri Muhammad Shafee, tangan kanan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib bin Tun Haji Abdul Razak (Najib Razak).
 
Bahkan, Prabowo juga sempat bertemu dengan Wilfrida di penjara Kota Bharu, Kelantan, Malaysia pada Sabtu 15 September untuk menjenguknya secara langsung. Saat menjenguk, Prabowo didampingi oleh pakar hukum terkemuka di Malaysia, Tan Sri Mohammad Shafee Abudullah, dan Ms Tanya, lawyer wanita yang juga Asiten Tan Sri.
 

Prabowo pun menunjuk Ms Tanya sebagai pengacara Wilfrida. Rencananya pada 30 September, Prabowo juga hadir dalam persidangan Wilfrida di Malaysia. Wilfrida Soik dituduh melakukan pembunuhan terhadap majikan perempuannya, Sumber http://news.okezone.com/read/2013/09/19/337/868321/gerindra-sudah-lama-perhatikan-masalah-kemanusian

0 komentar: