This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 September 2013

Prabowo: Penyelamatan Wilfrida Adalah Jalan Tuhan

Kelantan, - "Penyelamatan Wilfrida adalah jalan Tuhan". Kalimat itu terlontar dari Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto menjawab tudingan pencitraan di balik upaya penyelamatan Wilfrida Soik, TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia.

Bukan tanpa alasan Prabowo berkata demikian, selain campur tangannya, dia menyebut ada hal-hal positif yang secara kebetulan membantu upayanya menyelamatkan Wilfrida. Salah satunya soal ketepatan waktu.

"Timingnya tepat. Kalau saja kita terlambat, mungkin Wilfrida sudah tak bisa diselamatkan," ujar Prabowo saat berbincang dengan detikcom di VIP Lounge Bandara Sulta Ismail Petra, Kelantan, Malaysia, Senin (30/9/2013).

Prabowo mengaku pertama kali mendengar kasus yang melilit Wilfrida dari kader Gerindra Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal September 2013. Dia lalu bergerak cepat dengan terbang langsung ke Malaysia menemui TKI asal Belu, NTT, itu di penjara Kota Bharu, Kelantan, 13 November 2012.

"Dalam pertemuan itu saya tanya, masih perlu bantuan nggak, karena saya juga tidak ingin melangkahi pihak-pihak yang sudah memberi bantuan, termasuk pemerintah. Dia jawab perlu, maka kita bantu," ujarnya.

Usai pertemuan itu, Prabowo kemudian berkoordinasi dengan sahabat-sahabatnya di Malaysia membahas kemungkinan menyelamatkan Wilfrida dari tiang gantungan. 

Pria 62 tahun ini memang memiliki banyak sahabat tokoh berpengaruh di Malaysia karena pernah tinggal lama dan mengenyam pendidikan di negeri jiran. Setelah mendapat banyak masukan, Prabowo menunjuk sahabatnya yang juga pengacara kondang Malaysia, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, untuk membela Wilfrida. 

Shafee kemudian menggandeng seorang pengacara lain bernama Tania Scavetti, wanita keturunan Australia-Italia yang telah lama beracara di Malaysia.

Prabowo lalu kembali ke Indonesia. Membiarkan tim hukumnya bekerja sembari menyusun rencana. Kemudian pada Minggu (29/9) kemarin lusa, sehari sebelum persidangan putusan sela digelar, dengan pesawat pribadi Prabowo kembali terbang ke Malaysia.

Namun dia tak langsung menuju Kelantan, melainkan singgah di Kuala Lumpur. Prabowo kembali bertemu sahabatnya, pengusaha terkemuka Malaysia Jasbir Chan, dan Tan Sri Shafee Muhammad untuk mengatur strategi sebelum persidangan.

Keesokan harinya, Senin (30/9), bersama Jasbir, Shafee dan Tania, masih menggunakan pesawat yang sama, Prabowo terbang ke Kelantan untuk hadir di persidangan putusan sela Wilfrida di Pengadilan Kota Bharu.

Tiba di pengadilan, Shafee berkoordinasi dengan pihak pemerintah Indonesia yang diwakili KBRI Malaysia. Shafee ingin jadi pimpinan tim pembela, dengan tetap melibatkan pengacara yang telah ditunjuk pemerintah.

Diskusi sempat terjadi, Prabowo maju untuk lobi. Pihak KBRI kemudian menerima Shafee jadi ketua tim pembela. Sidang yang dijadwalkan pukul 09.00 waktu setempat molor dua jam dan baru dimulai pukul 11.00. Persidangan itu dipimpin hakim tunggal Ahmad Zaidi.Setelah sidang dibuka, Ahmad Zaidi memberi kesempatan kepada Shafee untuk bicara. Pria yang juga menjadi pengacara UMNO, partai politik penguasa Malaysia, itu kemudian menyampaikan tiga permohonan, yaitu penundaan vonis, pengecekan tulang untuk memastikan umur Wilfrida, dan salinan catatan sidang.

Hakim mengabulkan seluruh permohonan Shafee dan menunda putusan sela hingga 17 November 2013. Hakim juga berkenan untuk mendengar pembelaan yang akan disusun ulang oleh Shafee.

Padahal, kabar yang diterima detikcom, sebelumnya persidangan direncanakan digelar secara marathon hingga putusan vonis pada Selasa (1/10), usai putusan sela.

Sampai di situ usaha Prabowo untuk menyelamatkan Wilfrida berhasil untuk sementara. Dia berharap untuk selanjutnya Wilfrida bisa bebas dari tiang gantungan.

Meski telah menunjukkan usaha sungguh-sungguh, Prabowo menyadari tetap akan ada pihak yang berprasangka negatif menganggap usahanya sebagai bagian dari pencitraan jelang Pemilu 2014. Namun dia tak peduli.

"Saya heran kenapa masih ada yang berpikir negatif, padahal ini menyangkut nyawa anak bangsa. Tapi kalau memang ini dianggap pencitraan, maka saya berharap banyak tokoh lain yang melakukan pencitraan sama seperti yang saya lakukan. Agar banyak TKI kita yang bisa diselamatkan," ujarnya.

Shafee mengonfirmasi tekad sahabatnya itu. "Pak Prabowo tak peduli rupiah yang dia habiskan (untuk membayar saya-red). Dia hanya ingin menyelamatkan Wilfrida," ujar Shafee,
Wasekjen Gerindra, Sudaryono, yang menemani Prabowo ke Malaysia, mengatakan bukan kali ini saja Prabowo berupaya menyelamatkan TKI yang berada di luar negeri. Sudaryono menuturkan sebelumnya Prabowo telah membantu upaya pemulangan 300 TKI di Jordania dengan jalan melobi Raja Abdullah II yang merupakan sahabat pendiri Partai Gerindra itu.

"Sekarang apa jadinya kalau tidak ada tim pembela dari Bapak? Mungkin Wilfrida sudah digantung," ujar Sudaryono.

Upaya Prabowo untuk menyelamatkan Wilfrida hingga tahapan saat ini memang berasa manis. Namun manis itu akan hilang jika pada akhirnya Wilfrida tetap dihukum tiang gantungan. Jika tak ingin dianggap sekadar pencitraan, Sang Jenderal harus konsisten berusaha menjauhkan Wilfrida dari tiang gantungan.

"Kita berusaha maksimal, namun pada akhirnya kita serahkan kepada Tuhan dan pengadilan Malaysia," ujar Prabowo. Sumber : http://news.detik.com/read/2013/10/01/055101/2373824/10/4/prabowo-penyelamatan-wilfrida-adalah-jalan-tuhan

Hakim Dengar Ulang Pembelaan, BNP2TKI Optimistis Wilfrida Dihukum Ringan

Jakarta - Tim kuasa hukum Wilfrida Soik, TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia, berhasil meyakinkan hakim untuk menunda sidang dan mendengarkan kembali pembelaan. Pemerintah mengakui pengacara yang ditunjuk oleh Prabowo Subianto tampil baik membela Wilfrida.

"Persidangan ini sangat bagus dan pengacaranya juga sangat baik sekali," kata Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat saat ditemui di Pengadilan Kota Bharu, Kelantan, Senin (30/9/2013) tadi siang.

Jumhur menyambut baik keputusan hakim mengabulkan tiga permohonan tim kuasa hukum Wilfrida. Dia optimis, dengan dikabulkannya permintaan uji umur, yang menjadi salah satu permohonan tim kuasa hukum, Wilfrida akan mendapat keringanan hukuman.

"Jadi pengujian umur biologis itu untuk membantu penyelamatan Wilfrida, karena usia itu sangat bisa menyelamatkan dia. Karena dalam UU di sini anak di bawah umur bisa terbebas dari hukuman mati," papar pria yang sempat menyatakan niat nyapres ini.

Lebih jauh, Jumhur mengatakan kasus yang melilit Wilfrida merupakan upaya pembelaan diri. TKI asal Belu, NTT, ini tak merencanakan pembunuhan terhadap majikannya.

"Jadi pembunuhan ini adalah bentuk reaksi dari siksaan majikannya," ujarnya.

Dalam persidangan tadi siang, hadir dua pengacara baru untuk Wilfrida, yaitu Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah dan Tania Scevitti. Mereka berdua adalah pengacara yang ditunjuk Prabowo Subianto untuk membela Wilfrida.

Pengacara yang ditunjuk pemerintah dan telah dua tahun menangani kasus ini tak diganti, namun menjadi bagian dari tim. Ketua tim dipimpin oleh Shafee Abdullah.

Shafee adalah pengacara terkemuka di negeri jiran. Dia adalah tim kuasa hukum partai penguasa Malaysia, UMNO, dan juga sekaligus pengacara bagi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Sumber : http://news.detik.com/read/2013/09/30/233723/2373783/10/hakim-dengar-ulang-pembelaan-bnp2tki-optimistis-wilfrida-dihukum-ringan

Menlu Marty Nilai Bantuan Prabowo untuk Wilfrida adalah Bentuk Kepedulian

Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto secara khusus membantu TKI yang terancam mati di Malaysia, Wilfrida Soik. Menlu Marty Natalegawa menilai bantuan tersebut bagian dari kepedulian.

"Saya kira ini kepedulian dari berbagai pihak. Kita semua hanya ada satu panji kita, yaitu Indonesia. Jadi apakah dari pemerintah, dari parlemen DPR, dari individu tokoh-tokoh masyarakat, saya kira baik. Yang penting kita semua saling mengisi saling sinergi," ujar Marty di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Marty mengakui pemerintah Indonesia tidak bisa melakukan lobi apapun kepada pemerintah Malaysia terkait kasus tersebut. Karena saat ini Wilfrida tengah menjalani proses hukum di pengadilan.

"Kan ini masih dalam ranah proses hukum. Sama seperti di Indonesia, kalau ada proses hukum yang dihadapi salah satu warga negara asing di Indonesia, sekarang upayanya gimana? Apakah dengan melobi ke pemerintah? Kan enggak," ungkapnya.

Marty yakin pemerintah Malaysia mengetahui, Indonesia ingin proses peradilan yang terbaik bagi warga negaranya. Terlebih, Wilfrida adalah korban dari pemalsuan data.

"Nah ini, kita semua agar berpikir dengan baik supaya mencegah hal-hal seperti ini, karena kita selalu menghadapi berulang kali, warga negara kita yang keluar negeri dengan pemalsuan data dan lain-lain sehingga perlindungannya pun menjadi terkompromikan," paparnya.

"Tapi khusus untuk masalah ini kita bekerja tidak tanpa henti. Tidak tanpa henti, bekerja dan terus bekerja," lanjutnya.Sumber : http://news.detik.com/read/2013/09/30/232340/2373780/10/menlu-marty-nilai-bantuan-prabowo-untuk-wilfrida-adalah-bentuk-kepedulian

Prabowo: Keputusan Hakim Dengar Ulang Pembelaan, Beri Harapan Bagi Wilfrida

Kelantan, - Perjuangan Prabowo Subianto untuk menyelamatkan Wilfrida Soik, TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia, berbuah manis, paling tidak untuk sementara waktu. Majelis hakim memutuskan menunda sidang putusan untuk memberi kesempatan bagi pihak Wilfrida memberi pembelaan.

"Keputusan hakim cukup memberi harapan," kata Prabowo kepada wartawan usai mengikuti sidang di Pengadilan Kota Bharu, Kelantan, Senin (30/9/2013) tadi siang.

Hakim nantinya akan mendengarkan pembelaan yang disusun ulang oleh tim pengacara yang ditunjuk Prabowo yakni Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah.

Ketua Dewan Pembina Gerindra ini mengatakan dalam kurun waktu satu bulan, hingga 17 November 2013, tim kuasa hukum yang ditunjuknya akan bekerja keras mempersiapkan pembelaan untuk Wilfrida. Dia berharap Wilfrida dapat dibebaskan.

"Targetnya jelas kita ingin dilepas, dibebaskan," ujarnya.

Prabowo mengatakan akan mengawal kasus ini sampai selesai. Dia tak bisa menjanjikan untuk selalu hadir di persidangan, namun memastikan akan terus memberi perhatian.

"Secara fisik sangat sulit untuk selalu hadir. Tapi perhatian kita terus berikan. Kita berharap setelah ini pemerintah dan NGO (Non-Goverment Organisation) juga memberi bantuan," tuturnya.

Dalam persidangan hari ini, pengacara Wilfrida yang baru, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, berhasil meyakinkan hakim untuk menunda putusan dan kembali mendengarkan pembelaan. 

Hakim tunggal Ahmad Zaidi juga mengabulkan permohonan Shafee untuk memastikan usia Wilfrida dengan melakukan pengecekan tulang di rumah sakit dan memberi semua catatan selama persidangan berlangsung.Sumber : http://news.detik.com/read/2013/09/30/222828/2373769/10/prabowo-keputusan-hakim-dengar-ulang-pembelaan-beri-harapan-bagi-wilfrida