Selasa, 08 Oktober 2013

Hashim Djojohadikusumo Ingin KBB Ragunan Jadi yang Terbaik di Dunia

Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) akan menginjak usia 150 tahun. Sebagai kebun binatang tertua ketiga di dunia, TMR berniat untuk menjadi yang terbaik.

Di bawah pengawasan Hashim Djojohadikusumo, TMR telah melakukan sejumlah perubahan seperti kebersihan air dan renovasi pagar. Namun itu belumlah cukup, untuk menjaring aspirasi maka TMR menggelar diskusi publik bertajuk 'Menuju Masyarakat Ramah Satwa'.

Dalam acara pada Selasa (8/10/2013) tersebut, sejumlah aktivis LSM pecinta satwa menyampaikan pendapat mereka. Di akhir acara pendapat-pendapat dirumuskan menjadi acuan TMR dalam melakukan perubahan dan perbaikan.

Berikut 20 poin yang telah dirumuskan di Pusat Primata Schmutzer, TMR, Jakarta Selatan:

1. TMR tetap milik negara (tidak diswastakan).
2. TMR diharapkan menjadi yang terbaik di dunia.
3. TMR mengedepankan fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi.
4. TMR menjalankan manajemen secara transparan bisa diakses publik melalui internet dan tidak korupsi.
5. Menuju masyarakat ramah satwa dimulai dari edukasi pendidikan formal, non-formal, informal yang memberi pemahaman dan menanamkan kepedulian kepada anak-anak (program kunjungan anak sekolah, memasukan dalam kurikulum pendidikan).
6. TMR memprioritaskan kesejahteraan satwa (pakan, perawatan, pengendalian libur satwa, menciptakan habitat sehat satwa).
7. Memperketat aturan pengawasan bagi pengunjung dan pedagang.
8. TMR membuka diri bagi partisipasi publik (sukarelawan, LSM, Media, dan lainnya) sesuai aturan (seperti pertukaran flora dan fauna).
9. Sebagai lembaga konservasi, TMR menargetkan akreditasj A dari Kementerian Kehutanan dan menjadi Taman Margasatwa percontohan di Indonesia dalam waktu 2 tahun.
10. TMR memperhatikan keamanan dan ketertiban di dalam dan di sekitar area TMR.
11. TMR melakukab pendataan satwa (1 kali dalam 3 bulan) dan dilakukan pengawasan pihak ketiga sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
12. Dalam menyusun master plan, TMR akan melibatkan publik dan akan memperhatikan kelengkapan fasilitas.
13. TMR menerapkan standar pelayanan minimum sebelum mempertimbangkan untuk menaikan harga tiket.
14. TMR akan membangun pusat penyelamatan satwa terutama satwa sitaan yang terancam keberadaannya (hampir punah).
15. TMR bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pengelolaan satwa yang mati, yaitu dokter hewan yang ahli di bidangnya untuk menetapkan penyebab kematian hewan.
16. TMR memperhatikan kesejahteraan karyawan termasuk petugas keamanan dan perawat satwa.
17. TMR membuat strategi komunikasi yang terencana dan berkesinambungan serta branding secara profesional.
18. Dalam rangka pelestarian satwa, TMR bekerjasama dengan komunitas pecinta satwa dan lembaga konservasi lainnya untuk tukar menukar satwa untuk rehabilitasi dan pelepasan satwa berdasarkan pertimbangan LIPI dan atas persetujuan Kementerian Kehutanan.
19. TMR bekerjasama dengan instansi/dinas terkait agar bisa mewujudkan layanan dan prasarana publik yang terpadu.
20. Untuk menyambut HUT ke 150, TMR akan membuat replika kebun binatang Cikini dan patung Raden Saleh sebagai pendirinya.

Sedianya acara ini akan ditutup oleh Wagub Basuki Tjahaja Purnama. Namun karena berhalangan, maka ditutup oleh Ketua Dewan Pembina TMR, Hashim Djojohadikusumo.

"Kalau saya paling nggak suka yang namanya NATO, No Action Talk Only. Saya mau setelah ini segera kita wujudkan hasilnya!" ujar adik Prabowo Subianto ini saat menutup acara dan disambut tepuk tangan yang sangat meriah.

TMR merupakan kebun binatang kedua terbesar di dunia. Luasnya mencapai 147 ha, atau 4 kali keliling Monas. Itulah sebabnya TMR berniat menjadi yang terbaik di dunia. http://news.detik.com/read/2013/10/09/003724/2381887/10/hashim-djojohadikusumo-ingin-kbb-ragunan-jadi-yang-terbaik-di-dunia

0 komentar: